Rabu, 24 Agustus 2011

Misteri Jabal Magnet



            
                  Maha Karya ciptaan Tuhan yang Maha Dahsyat :

Jabal Magnet. Miring atau tegak?


            Ada sebuah wilayah di sebelah utara Madinah, namanya Manthaqotul Baido (Tanah Putih),  yang terletak di balik gunung Uhud. Daerah tersebut menjadi tujuan pariwisata tak  terlewati bagi para jemaah haji.  Manthaqotul  Baidho juga menjadi pembicaraan hangat bagi para jemaah haji asal Indonesia.  Mereka percaya bahwa  bukit batu yang terdapat pada daerah tersebut  mengandung magnet yang sangat besar. Mobil  dengan mesin mati pun bisa melintas kencang padahal jalan menanjak. Lalu orang menamakan daerah  tersebut Jabal Magnet atau Bukit Magnet (Magnetic Hill) atau Gunung Magnet.
Fenomena keajaiban  alam  tersebut tidak hanya terdapat di Madinah. Tercatat ada 27 Magnetic Hill yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia juga ada. Daerah-daerah di Indonesia yang terdapat Magnetic Hill adalah Jember, Banyumas, Gunung Kelud,  Baturaden Purwokerto. Sedangkan Amerika adalah negara yang paling banyak terdapat Magnetic Hill. Tercatat ada 45 Magnetic Hill yang tersebar di 24 negara bagian Amerika. Masalahnya, apakah daerah terbebut benar-benar mengandung magnet? Ternyata tidak.
Di daerah Magnetic Hill mobil dengan mesin mati  bisa menggelinding sendiri ke arah tanjakan.  Sebaliknya mobil tidak bisa berjalan ke arah  turunan walau mesin dihidupkan.  Semula orang menduga  bukit-bukit tersebut  mengandung biji besi yang bisa bermagnet,  sehingga benda-benda yang  mengandung besi akan berjalan menuju titik magnet. Keraguan pun muncul  karena air pun dapat naik cepat di daerah  Magnetic Hill,  padahal air bukanlah logam.
Brock Weiss, ahli fisika materi dari Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat menjelaskan fenomena ini. Weiss mengatakan bahwa fenomena  alam tersebut adalah ilusi optik atau tipuan mata belaka. Misteri di  lokasi Magnetic Hill disebabkan karena terhalangnya cakrawala yang membuat mata manusia kesulitan untuk melihat lereng yang sesungguhnya,  sehingga ada kesalahan dalam memandang. Jadi yang  sebenarnya, daerah tersebut tidak menanjak tapi justru menurun.  Lereng  dengan posisi  miring membuat tumbuh-tumbuhan atau bukit di sekitarnya juga berdiri dengan posisi miring. Tetapi mata manusia melihatnya sebagai posisi tegak, karena pada otak manusia sudah terpatri bahwa tumbuhan atau bukit berdiri pada posisi tegak.   Ilusi optik inilah yang membohongi otak dan mata manusia.  Pengukuran dengan GPS (Global Positioning System) pun memperlihatkan bahwa titik di awal jalan pada daerah Magnetic Hill lebih tinggi dibandingkan dengan di ujung jalan. Sedangkan  survey yang dilakukan mahasiswa ITS Indonesia,   mengatakan bahwa tidak ada sumber besi di daerah Magnetic Hill di  Gunung Kelud. Justru tanah  di daerah tersebut miring hingga 5 persen. Nah, kamu pasti sudah tahu kalau magnet bisa menarik besi,  tetapi  magnet tidak bisa menarik air. Sedangkan grafitasi bisa menarik apa saja, termasuk besi dan air. Jadi,  Magnetic Hill lebih tepat kalau disebut Gravity Hill. 

Gravity Hill di Ladakh Defies India
  
Masih Bingung? Lihatlah  video di bawah  ini
* Perhatikan tiang penyangga yang dibuat miring 
* Perhatikan arah bola


Ini makin jelas
* Perhatikan tiang penyangga yang dibuat betul-betul miring



 Beberapa video Gravity Hill di berbagai dunia
* Video Jabal Magnet Madinah :



Video Gravity Hill Baturaden Banyumas Indonesia :





Video  Gravity Hill New Paris :


  

Video Gravity Hill Braga, Portugal :


Video Gravity Hill Chenju, Korea Selatan : 



Video Gravity Hill  Nort Carolina Amerika :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar